Kategori: Tips

  • Agar Sertifikat Tak Dicuri Mafia Tanah, Ini yang Harus Anda Lakukan

    Agar Sertifikat Tak Dicuri Mafia Tanah, Ini yang Harus Anda Lakukan

    INBISNIS.ID, BALI – Kasus yang menimpa Ibunda dari Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, keluarga Nirina Zubir, dan warga lain yang menjadi korban pencurian sertifikat rumah oleh mafia tanah.

    Hal itu disampaikan Dino melalui cuitan pada akun Twitter resminya, @dinopattidjalal, beberapa waktu lalu.

    Dino mengatakan, ibunya tahu menjadi korban mafia tanah itu setelah sertifikat rumahnya berubah nama kepemilikan.

    Padahal, kata Dino, ibunya tidak pernah melakukan akad jual beli (AJB) rumah tersebut.

    “Agar publik waspada : satu lagi rumah keluarga saya dijarah komplotan pencuri sertifikat rumah. Tahu2 sertifikat rumah milik Ibu saya telah beralih nama di BPN padahal tidak ada AJB, tidak ada transaksi bahkan tidak ada pertemuan apapun dgn Ibu saya,” cuit Dino.

    Baca juga :Kenali Apa Itu Mafia Tanah Serta Modusnya!

    Lantas, bagaimana agar kasus pencurian sertifikat oleh mafia tanah tidak terulang kembali?

    Seperti yang dilansir kompas.com, Sabtu (4/2/2023), Pakar Hukum Pertanahan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia Erwin Kallo mengatakan, setidaknya ada empat hal yang perlu dilakukan pemilik sertifikat:

    1. Gunakan jasa broker bersertifikasi
    Ketika hendak jual properti menggunakan jasa broker, cari yang telah bersertifikasi.

    “Kalau dia jual pakai broker, broker itu sekarang sudah ada izinnya, tanya izinnya. Sekarang broker itu punya izin operasionalnya,” ujar Erwin kepada Kompas.com, Sabtu (13/2/2021).

    Kalau sudah bersertifikasi, broker tersebut telah dilatih dan dididik untuk menangani masalah jual-beli properti dengan benar.

    Sehingga, jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan, broker tersertifikasi ini bisa bertanggung jawab.

    Baca juga :Lahan Kamu Diserobot Mafia Tanah? Laporkan ke Menteri Hadi Tjahjanto di Nomor Whatsapp Ini

    2. Calon pembeli harus jelas
    Penjual juga dituntut untuk mengetahui dengan jelas siapa calon pembeli properti mereka.

    Erwin mengatakan, pemilik bisa menggunakan media sosial atau teknologi canggih apa pun agar tahu rekam jejak si pembeli rumah.

    “Artinya, kecanggihan ini, bisa kita cek siapa yang mau beli, jadi harus jelas,” ucap Erwin.

    3. Jangan berikan dokumen sebelum transaksi
    Langkah ketiga, penjual disarankan agar tidak sembarangan dalam memberikan dokumen kepada calon pembeli sebelum terjadinya transaksi.

    “Jadi, lihat fisiknya saja, kalau mau beli, ya sudah datang ke notaris atau apa. Kan begitu,” ucap Erwin.

    Kalau sudah yakin membeli, si pembeli akan mendatangi notaris, dan notaris ini akan mengecek lewat Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT).

    4. Sering cek ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)
    Selain itu, imbuh Erwin, pemilik sertifikat harus sering mengecek ke kantor BPN untuk memastikan asetnya tersebut masih atas nama mereka.

    “Tidak usah setiap bulan, ya paling tidak 6 bulan sekali lah, cuma cek-cek aja,” tuntas Erwin.

    (Redaksi)

    Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

  • Hindari Penggunaan 7 Bahan Ini untuk Membersihkan Lantai Kayu

    Hindari Penggunaan 7 Bahan Ini untuk Membersihkan Lantai Kayu

    INBISNIS.ID, BALI – Lantai kayu bisa memberikan kesan mewah dan klasik, sehingga saat ini semakin banyak dipilih untuk melengkapi desain interior rumah. Material kayu yang digunakan sebagai lantai pun semakin beragam, mulai dari kayu jati, sengon, dan lainnya.

    Jika kamu merupakan salah satu pemilik rumah yang menggunakan kayu sebagai material lantai, maka penting untuk kamu mengetahui sejumlah cara membersihkan lantai kayu. Pasalnya, cara-cara tersebut dapat merawat dan menjaga kayu agar tetap mengkilap.

    Dilansir dari propertinews.id, Senin (29/3/2021), berikut ini bahan-bahan yang tidak boleh digunakan untuk membersihkan lantai kayu.

    1. Amonia
    Amonia merupakan salah satu senyawa yang banyak digunakan sebagai campuran dalam cairan pembersih lantai. Meskipun senyawa ini ampuh untuk melunturkan kotoran, namun senyawa amonia dapat mengikis tekstur kayu atau zat lignin yang menyusun dinding kayu. Permukaan kayu yang rusak, tentu akan membuat lantai kayu pada rumah Anda menjadi keropos dan mudah terkelupas.

    Baca juga :Kavling Menjaga 34420, Lokasi Strategis Bisnis Properti

    2. Larutan Sabun
    Jika Anda terbiasa membersihkan lantai keramik dengan larutan sabun, maka Anda tidak dapat menerapkan cara ini pada lantai kayu. Hal tersebut dikarenakan sifat basa pada sabun dapat membuat kayu menjadi lunak dan membuat komposisi kayu berubah. Selain itu, larutan sabun juga dapat tertinggal dan terserap ke dalam lantai kayu sehingga membuatnya lebih mudah berlumut dan berjamur. Senyawa dalam sabun juga dapat mengakibatkan hilangnya kilap pada lantai kayu dan menciptakan efek licin pada lantai.

    3. Cairan Pembersih Kaca
    Anda juga perlu menghindari penggunaan cairan pembersih kaca untuk membersihkan kotoran pada lantai kayu. Hal tersebut dikarenakan cairan pembersih kaca mengandung bahan abrasif yang dapat merusak material kayu. Selain itu, penggunaan cairan pembersih kaca pada lantai kayu juga akan meninggalkan bekas yang dapat membuat penampilan lantai kayu menjadi kusam dan tidak bagus.

    4. Cairan Pemutih
    Jika Anda menemukan noda membandel pada lantai kayu Anda, usahakan untuk tidak membersihkannya menggunakan cairan pemutih. Meskipun fungsi dari cairan ini adalah menghilangkan noda membandel, namun jika diaplikasikan pada lantai kayu, dapat membuat warna alami lantai menjadi turut pudar. Hal tersebut tentu akan mengurangi keindahan dari lantai kayu pada rumah Anda. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan sikat gigi yang dicelupkan pada cairan pemutih lalu menggosoknya pada noda di lantai kayu. Kemudian, segera keringkan area tersebut dengan lap kain untuk meminimalisir risiko kerusakan pada lantai kayu.

    Baca juga :Kavling Menjaga 46000, Sangat Cocok untuk Fasilitas Pariwisata

    5. Cairan Lemon
    Selain amonia, cairan lemon juga kerap digunakan sebagai bahan campuran pada cairan pembersih lantai. Cairan lemon juga sering digunakan sebagai campuran pembersih alami. Namun, cairan ini tidak disarankan untuk diaplikasikan pada lantai kayu karena sifat asam yang terkandung di dalam lemon dapat membuat material kayu kehilangan kilap alaminya.

    6. Kain pel basah
    Kain pel yang sangat basah dapat merusak dan merusak kayu itu sendiri. Sebaiknya, gunakan kain pel yang sedikit basah saja dan seka sisa air yang menggenang untuk menghindari kerusakan pada lantai kayu. Intinya, produk apa pun yang mengharuskan Anda mengeluarkan ember dan pel tidak ideal untuk lantai kayu. Jika Anda ingin tetap menggunakan kain pel, cobalah produk kain pel yang efektif memeras kelebihan air.

    7. Amplas
    Anda mungkin tergoda untuk menghaluskan bagian yang tampak janggal di lantai kayu, tetapi ini adalah jalan menuju kerusakan. Amplas dapat dengan cepat merusak permukaan lantai kayu keras. Membersihkan dengan amplas tidak hanya menghalangi kecantikan lantai, tetapi juga membuat lantai lebih rentan terhadap kerusakan. Jika Anda perlu membersihkan noda membandel dari lantai kayu, gosok noda dengan sabut baja dan lilin lantai sampai hilang.

    Itulah tujuh jenis bahan pembersih yang sebaiknya dihindari untuk dijadikan pembersih pada lantai kayu rumah Anda. Demi menjaga keindahan serta keawetan lantai kayu, usahakan untuk menggunakan pembersih lantai khusus untuk material kayu.

    Anda juga dapat menggunakan cairan pembersih lantai dengan takaran yang tepat dan tidak berlebihan. Perhatikan juga jenis kain yang digunakan untuk membersihkan lantai kayu dengan tidak menggunakan kain yang terlalu kasar karena dapat menggores dan merusak lantai kayu pada rumah Anda.

    Jangan lupa untuk rutin membersihkan lantai kayu agar kilap dan kebersihannya selalu terjaga. Semoga bermanfaat! 

    (Redaksi)

    Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

  • Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

    Rumah di Tepi Pantai? Berikut Tips Membangunnya!

    INBISNIS.ID, BALI – Daerah pesisir memang menjadi salah satu lokasi yang populer dan disukai oleh banyak orang. Suasananya yang sejuk, angin yang berhembus sepoi-sepoi, serta pemandangan alam pantai yang indah tentu menjadi daya tarik yang memikat bukan hanya wisatawan tapi juga masyarakat pada umumnya.

    Bukan hanya tertarik untuk berkunjung, beberapa juga tertarik untuk tinggal di daerah pesisir dan ingin membangun rumah di lokasi yang dekat dengan pantai atau laut.

    Namun untuk membangun rumah atau hunian di pinggir pantai seperti ini tetap memiliki aturan tersendiri. Sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai, bahwasannya pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki sempadan pantai wajib menetapkan batas sempadan pantainya.

    Apakah Anda salah satu di antara mereka yang menginginkan rumah di dekat pantai? Jika iya, maka Anda harus mempertimbangkan beberapa hal terlebih dahulu sebelum mulai membangun rumah di lokasi tersebut.

    Baca juga : Kavling Pantai Surfing, Menjawab Tren Positif Bisnis Property

    Dilansir dari propertinews.id, kami telah merangkum informasi tentang tips yang bisa membantu Anda untuk membangun rumah di dekat pantai yang nantinya bisa menjadi bangunan yang nyaman untuk Anda dan keluarga. Simak selengkapnya di bawah ini.

    1. Mengikuti Aturan dari Batas Sempadan Pantai
    Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah mengecek mengenai ketetapan daerah mengenai batas sempadan pantai untuk bangunan yang akan Anda dirikan. Dengan mengikuti aturan ini, Anda juga bisa meminimalisir rumah dari risiko ancaman bencana alam dan bisa memperhitungkan apakah properti yang Anda bangun bisa bertahan lama atau tidak.

    2. Gunakan Jasa Arsitek untuk Mempermudah Pembangunan
    Setelah memastikan lokasi serta area yang aman dari banjir dan juga erosi, maka langkah selanjutnya adalah menggambar desain rumah yang hendak Anda bangun. Di daerah dekat pantai biasanya jarang dibangun perumahan, itulah mengapa biasanya Anda diharuskan mendesain rumah Anda sendiri dari awal.

    Anda bisa menggunakan jasa arsitek untuk membantu Anda memiliki desain rumah dekat pantai yang nyaman dan tentunya aman untuk Anda. Seorang arsitek bisa membantu Anda untuk bisa menentukan material yang tepat yang akan Anda gunakan sebagai material membangun rumah.

    Baca juga : Kavling Menjaga 46000, Sangat Cocok untuk Fasilitas Pariwisata

    3. Pilih Desain Tropis
    Ketika membangun desain rumah bersama arsitek atau sendiri, Anda juga harus menentukan desain yang tepat untuk rumah di pinggir pantai. Rumah di pinggir pantai nantinya akan terlihat bagus jika dibangun dengan gaya yang tepat.

    Gaya tropis sangatlah cocok untuk rumah di dekat pantai. Anda juga bisa menambahkan gazebo, patio, atau deck sebagai bangunan tambahan untuk bagian luar rumah agar mempertegas gaya rumah yang tropis di pesisir pantai.

    4. Bangun Rumah Menghadap ke Pantai
    Tips yang satu ini berkaitan dengan estetika dan juga kenyamanan Anda. Rumah yang menghadap pantai tentu bisa memberikan Anda kenyamanan yang berlebih karena pemandangan yang ditawarkan cukup indah untuk dilihat setiap harinya.

    5. Bangunan Dibuat seperti Rumah Panggung
    Untuk bangunan yang ada di pinggir pantai, biasanya akan dibuat seperti rumah panggung. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila air laut sedang pasang. Sehingga air laut tidak akan masuk ke dalam rumah, dan berbagai barang yang ada di dalam rumah tetap aman dan terlindungi dari air. Arsitek Anda tentu saja sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan apa yang bisa terjadi pada rumah Anda.

    6. Pilihlah Material yang Tepat
    Ini adalah bagian yang paling penting. Tanah yang ada di daerah pesisir cukup berbeda dengan tanah yang ada di kawasan perumahan lainnya di tengah kota. Gunakan material berbahan terbaik dengan daya tahan yang kuat untuk atap, pintu, dan juga jendela. Semantara untuk semen yang digunakan, pilihlah semen khusus yang tahan akan air asin.

    Begitu pula dengan beton dan kayu yang akan Anda gunakan, pilihlah material yang kuat dan tahan air karena lokasi pinggir pantai yang cenderung lembab dan berair, khususnya pada malam hari dan cuaca dingin.

    Itulah beberapa tips mengenai membangun rumah di pinggiran pantai. Ciptakan suasana rumah yang nyaman, aman dan menyenangkan dimanapun itu. Mempercayakannya kepada jasa desain dan perencanaan yang tepat merupakan salah satu hal yang perlu Anda lakukan untuk mewujudkan bangunan impian Anda. Semoga bermanfaat!

    (Redaksi)

    Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.